Nurhadi Saputra Dorong Literasi Politik untuk Perkuat Demokrasi di Kaltim
Penguatan Demokrasi Daerah ke-3 yang mengusung tema Literasi Politik untuk Kemajuan Demokrasi Daerah
POSKOTAKALTIMNEWS,BALIKPAPAN: Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, H. Nurhadi
Saputra, kembali turun langsung ke tengah masyarakat melalui kegiatan Penguatan
Demokrasi Daerah ke-3 yang mengusung tema Literasi Politik untuk Kemajuan
Demokrasi Daerah. Kegiatan tersebut digelar di RT 77 Kelurahan Manggar,
Kecamatan Balikpapan Timur, pada Sabtu (11/4/2026).
Dalam kesempatan itu,
Nurhadi menegaskan pentingnya peran DPRD dalam memberikan pemahaman demokrasi
kepada masyarakat.
“DPRD sebagai unsur
penyelenggara pemerintahan daerah memiliki peran penting dalam memberikan
pembekalan dan pemahaman tentang demokrasi kepada seluruh lapisan masyarakat
melalui kegiatan Penguatan Demokrasi Daerah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, literasi
politik menjadi kunci dalam membangun masyarakat yang cerdas dan bertanggung
jawab dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Literasi politik
merupakan kemampuan warga negara untuk memahami sistem politik, hak dan
kewajiban, serta proses pengambilan keputusan. Ini menjadi indikator penting
dalam membangun partisipasi masyarakat yang kritis dan bertanggung jawab,”
jelasnya.
Menurutnya, kondisi
Kalimantan Timur sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) menuntut
masyarakat memiliki tingkat literasi politik yang lebih baik.
“Dinamika politik di
Kaltim yang terus berkembang, apalagi dengan kehadiran IKN, menuntut masyarakat
memiliki pemahaman politik yang memadai agar tidak mudah terpengaruh informasi
hoaks maupun praktik politik yang tidak sehat,” katanya.
Nurhadi juga menyoroti
sejumlah tantangan yang masih dihadapi, seperti rendahnya partisipasi politik
dan sikap apatis masyarakat.
“Rendahnya partisipasi
politik di sejumlah wilayah, maraknya hoaks, serta minimnya pemahaman terhadap
fungsi DPRD menjadi tantangan yang harus dijawab melalui pendidikan politik
yang sistematis,” tegasnya.
Sementara Narasumber Iwan
Wahyudi menjelaskan, literasi politik tidak hanya sebatas pengetahuan, tetapi
juga mencakup kesadaran, sikap, hingga perilaku dalam kehidupan demokrasi.
“Warga harus mampu
memahami sistem politik, mengenali hak dan kewajiban, menganalisis isu publik
secara kritis, berpartisipasi secara bijak, serta mengawasi penyelenggara
negara secara demokratis,” paparnya.
Lebih lanjut, ia menyebut
peningkatan literasi politik akan berdampak langsung terhadap kualitas
demokrasi di daerah.
“Dengan literasi politik
yang baik, demokrasi akan lebih partisipatif, akuntabilitas pemerintah
meningkat, praktik politik uang dan hoaks dapat diminimalisir, serta melahirkan
pemimpin yang berkualitas,” tuturnya.
Ia pun menekankan
pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan kesadaran politik masyarakat.
“Melalui kerja sama pemerintah, partai politik, lembaga pendidikan, media, dan masyarakat sipil, kita berharap terbentuk budaya politik yang cerdas, inklusif, dan bertanggung jawab di Kalimantan Timur,” pungkasnya.(mid)